7 Manfaat Buah Pare, Rahasia Sehat yang Wajib Kamu Intip!
Senin, 21 Juli 2025 oleh journal
Kandungan nutrisi yang terdapat pada sayuran pahit ini memberikan berbagai efek positif bagi kesehatan tubuh. Senyawa-senyawa bioaktif di dalamnya berperan dalam menjaga kadar gula darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta berpotensi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Konsumsi secara teratur dikaitkan dengan pencegahan beberapa penyakit kronis.
"Meskipun rasanya pahit, sayuran ini menyimpan potensi kesehatan yang signifikan. Kandungan nutrisinya, terutama senyawa-senyawa seperti charantin dan polipeptida-p, menunjukkan aktivitas yang menjanjikan dalam pengelolaan kadar gula darah. Namun, perlu diingat bahwa konsumsinya harus seimbang dan tidak menggantikan pengobatan medis yang sudah ada," ujar Dr. Amelia Rahayu, seorang ahli gizi klinis.
Dr. Rahayu menambahkan, "Penelitian awal juga menunjukkan potensi antioksidan dan anti-inflamasi. Ini berarti ia dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan meredakan peradangan. Namun, penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar masih diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat-manfaat ini secara definitif."
Senyawa aktif dalam sayuran dengan rasa unik ini bekerja melalui berbagai mekanisme. Charantin, misalnya, memiliki efek hipoglikemik, yaitu menurunkan kadar gula darah. Polipeptida-p meniru insulin, membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk energi. Disarankan untuk mengonsumsi dalam jumlah sedang, baik sebagai bagian dari masakan sehari-hari atau sebagai jus. Namun, ibu hamil dan menyusui, serta individu dengan kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Manfaat Buah Pare
Buah pare, meskipun memiliki rasa pahit yang khas, dikenal karena kandungan nutrisinya yang beragam dan potensi manfaat kesehatannya. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang dikaitkan dengan konsumsi buah pare:
- Menurunkan gula darah
- Meningkatkan imunitas
- Antioksidan kuat
- Menjaga kesehatan jantung
- Membantu pencernaan
- Mencegah kanker (potensial)
- Mengontrol berat badan
Manfaat-manfaat ini berasal dari senyawa bioaktif yang terdapat dalam buah pare, seperti charantin, polipeptida-p, dan berbagai vitamin serta mineral. Contohnya, efek penurunan gula darah dapat membantu penderita diabetes mengelola kondisi mereka. Sifat antioksidan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa konsumsi pare harus seimbang dan tidak menggantikan pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter.
Menurunkan Gula Darah
Kemampuan untuk memengaruhi kadar glukosa dalam darah merupakan salah satu khasiat yang paling banyak diteliti dari sayuran pahit ini. Kandungan senyawa aktif di dalamnya berperan dalam regulasi metabolisme gula, memberikan harapan bagi individu dengan masalah kontrol glikemik.
- Charantin dan Efek Hipoglikemiknya
Charantin, salah satu senyawa utama, menunjukkan efek yang menyerupai insulin. Ia membantu meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel dan meningkatkan sintesis glikogen di hati, yang pada akhirnya menurunkan kadar gula darah. Studi laboratorium dan beberapa uji klinis kecil mendukung klaim ini, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya pada populasi yang lebih besar dan beragam.
- Polipeptida-p sebagai Insulin Nabati
Senyawa lain, polipeptida-p, memiliki struktur dan aksi yang mirip dengan insulin manusia. Ia membantu mengaktifkan reseptor insulin, memfasilitasi masuknya glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Ini adalah mekanisme penting dalam menjaga keseimbangan gula darah, terutama bagi mereka yang resisten terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin.
- Pengaruh terhadap Enzim Metabolisme Karbohidrat
Ekstrak dari sayuran ini dapat menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam pencernaan karbohidrat, seperti alfa-glukosidase. Dengan memperlambat pemecahan karbohidrat kompleks menjadi glukosa sederhana, penyerapan glukosa ke dalam aliran darah menjadi lebih lambat dan stabil, mencegah lonjakan gula darah setelah makan.
- Pentingnya Konsumsi yang Terukur dan Konsultasi Medis
Meskipun berpotensi bermanfaat, konsumsi sayuran pahit ini untuk menurunkan gula darah harus dilakukan dengan hati-hati. Individu yang sedang mengonsumsi obat penurun gula darah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan ke dalam diet mereka, karena kombinasi keduanya dapat menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah). Dosis yang tepat dan pemantauan kadar gula darah secara teratur sangat penting.
Dengan demikian, potensi untuk menurunkan gula darah merupakan salah satu aspek penting dari profil manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi sayuran pahit ini. Namun, efektivitas dan keamanannya sangat bergantung pada dosis, kondisi kesehatan individu, dan interaksi dengan obat-obatan lain. Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat disarankan sebelum menggunakannya sebagai bagian dari strategi pengelolaan diabetes.
Meningkatkan Imunitas
Kandungan nutrisi tertentu dalam tanaman merambat yang menghasilkan buah dengan rasa pahit ini berkontribusi pada penguatan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun yang kuat merupakan pertahanan utama tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Beberapa mekanisme menjelaskan bagaimana konsumsi sayuran ini dapat mendukung fungsi imun:
- Vitamin C sebagai Antioksidan dan Pendukung Imun
Vitamin C, yang terdapat dalam jumlah signifikan, adalah antioksidan kuat yang melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat melemahkan sel-sel imun dan mengurangi kemampuan mereka untuk melawan infeksi. Vitamin C juga berperan dalam produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti limfosit dan fagosit, yang bertugas menghancurkan patogen.
- Senyawa Anti-inflamasi untuk Modulasi Imun
Peradangan kronis dapat menekan sistem imun. Beberapa senyawa dalam buah ini memiliki sifat anti-inflamasi, yang membantu mengurangi peradangan dan memungkinkan sistem imun berfungsi lebih efisien. Dengan menekan peradangan, tubuh dapat mengalihkan sumber daya imun untuk melawan infeksi dan penyakit.
- Fitokimia untuk Aktivasi Sel Imun
Fitokimia tertentu dapat merangsang aktivitas sel-sel imun. Ini berarti sel-sel imun menjadi lebih aktif dan responsif terhadap ancaman. Peningkatan aktivitas sel imun dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko infeksi.
- Serat untuk Kesehatan Mikrobioma Usus
Kandungan serat mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Mikrobioma usus yang sehat sangat penting untuk fungsi imun karena bakteri baik membantu melatih sistem imun dan mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Sebagian besar sistem imun tubuh berada di usus, sehingga menjaga kesehatan mikrobioma usus sangat penting untuk imunitas secara keseluruhan.
Meskipun terdapat indikasi positif, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami efek tanaman ini terhadap sistem imun manusia. Konsumsi sebagai bagian dari diet seimbang dan gaya hidup sehat merupakan pendekatan terbaik untuk mendukung imunitas.
Antioksidan Kuat
Keberadaan senyawa antioksidan yang signifikan di dalam sayuran pahit ini memberikan kontribusi penting terhadap potensi manfaat kesehatannya. Antioksidan berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.
- Peran Vitamin C dalam Menetralkan Radikal Bebas
Vitamin C, salah satu antioksidan utama yang ditemukan di dalamnya, secara efektif menetralkan radikal bebas. Proses ini mencegah radikal bebas merusak DNA, protein, dan lipid dalam sel, sehingga mengurangi risiko kerusakan sel dan peradangan. Konsumsi teratur dapat membantu melindungi tubuh dari efek merusak stres oksidatif.
- Senyawa Fenolik dan Flavonoid sebagai Pelindung Sel
Selain Vitamin C, terdapat senyawa fenolik dan flavonoid yang juga berkontribusi pada aktivitas antioksidan. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan berbagai mekanisme, termasuk menyumbangkan elektron ke radikal bebas untuk menstabilkannya, menghambat enzim yang menghasilkan radikal bebas, dan meningkatkan pertahanan antioksidan endogen tubuh.
- Potensi dalam Mencegah Penyakit Kronis
Stres oksidatif berperan dalam perkembangan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit neurodegeneratif. Dengan mengurangi stres oksidatif melalui konsumsi sumber antioksidan, risiko penyakit-penyakit ini dapat diminimalkan. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa antioksidan hanyalah salah satu aspek dari pencegahan penyakit, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan tetap penting.
- Perlindungan terhadap Kerusakan DNA
Radikal bebas dapat merusak DNA, yang dapat menyebabkan mutasi dan meningkatkan risiko kanker. Antioksidan membantu melindungi DNA dari kerusakan ini, sehingga mengurangi risiko mutasi dan perkembangan sel kanker. Perlindungan DNA merupakan salah satu mekanisme utama di mana antioksidan berkontribusi pada pencegahan kanker.
- Pengurangan Peradangan
Peradangan kronis terkait dengan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, arthritis, dan penyakit autoimun. Antioksidan membantu mengurangi peradangan dengan menetralkan radikal bebas yang memicu respons inflamasi. Pengurangan peradangan dapat membantu meringankan gejala penyakit-penyakit ini dan meningkatkan kualitas hidup.
- Peningkatan Kesehatan Kulit
Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan kulit, seperti keriput, bintik-bintik penuaan, dan hilangnya elastisitas. Antioksidan membantu melindungi kulit dari kerusakan ini, sehingga menjaga kesehatan dan penampilan kulit. Konsumsi sumber antioksidan dapat membantu memperlambat proses penuaan kulit dan mengurangi risiko kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi.
Secara keseluruhan, keberadaan antioksidan yang kuat merupakan salah satu alasan utama mengapa konsumsi sayuran dengan rasa khas ini dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Efek perlindungan terhadap sel dan jaringan tubuh berkontribusi pada pencegahan penyakit kronis dan peningkatan kesehatan secara keseluruhan.
Menjaga Kesehatan Jantung
Kaitan antara konsumsi sayuran pahit ini dan pemeliharaan kesehatan jantung terletak pada beberapa faktor kunci yang memengaruhi sistem kardiovaskular. Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif di dalamnya bekerja secara sinergis untuk mendukung fungsi jantung yang optimal dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Pertama, sayuran ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat"). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tertentu di dalamnya dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus, sehingga mengurangi jumlah kolesterol yang beredar dalam darah. Kadar kolesterol LDL yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, karena dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri (aterosklerosis).
Kedua, kandungan kalium yang tinggi berkontribusi pada pengaturan tekanan darah. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi (hipertensi) membebani jantung dan meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Dengan membantu menjaga tekanan darah yang sehat, konsumsi sayuran ini dapat melindungi jantung dari kerusakan.
Ketiga, sifat antioksidan yang dimilikinya berperan dalam mencegah kerusakan oksidatif pada pembuluh darah. Radikal bebas dapat merusak lapisan dalam arteri, memicu peradangan dan pembentukan plak. Antioksidan, seperti vitamin C dan senyawa fenolik, menetralkan radikal bebas dan melindungi pembuluh darah dari kerusakan.
Keempat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran ini dapat meningkatkan fungsi endotel, lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Fungsi endotel yang sehat penting untuk menjaga kelenturan dan kemampuan pembuluh darah untuk melebar dan menyempit sesuai kebutuhan. Disfungsi endotel terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Meskipun menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan metodologi yang ketat masih diperlukan untuk sepenuhnya mengkonfirmasi efek perlindungan jantung dari konsumsi sayuran pahit ini. Konsumsi sebagai bagian dari diet seimbang dan gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan menghindari merokok, merupakan pendekatan terbaik untuk menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Membantu pencernaan
Keterkaitan antara konsumsi sayuran dengan rasa pahit yang khas ini dan peningkatan fungsi pencernaan berakar pada kandungan serat dan senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Serat, baik larut maupun tidak larut, memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Serat tidak larut meningkatkan massa tinja, memfasilitasi pergerakan usus yang teratur dan mencegah konstipasi. Serat larut, di sisi lain, membentuk gel dalam saluran pencernaan, memperlambat penyerapan gula dan membantu mengatur kadar kolesterol.
Selain serat, senyawa pahit yang secara alami terdapat di dalamnya, secara tradisional diyakini merangsang produksi enzim pencernaan dan asam lambung. Peningkatan produksi enzim pencernaan membantu memecah makanan menjadi partikel yang lebih kecil, sehingga memudahkan penyerapan nutrisi. Asam lambung juga penting untuk pencernaan protein dan membunuh bakteri berbahaya yang mungkin terdapat dalam makanan.
Efek prebiotik juga mungkin berkontribusi pada manfaat pencernaan. Serat yang tidak tercerna mencapai usus besar dan menjadi makanan bagi bakteri baik yang hidup di sana. Mikrobiota usus yang sehat sangat penting untuk pencernaan yang optimal, sintesis vitamin tertentu, dan dukungan sistem kekebalan tubuh. Dengan mempromosikan pertumbuhan bakteri baik, konsumsi tanaman merambat ini dapat meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.
Meskipun terdapat indikasi positif, penting untuk mengonsumsi dalam jumlah sedang. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti diare atau ketidaknyamanan perut, terutama pada individu yang tidak terbiasa dengan rasa pahitnya. Sebagaimana halnya dengan perubahan diet apa pun, konsultasi dengan profesional kesehatan disarankan, terutama bagi individu dengan kondisi pencernaan yang sudah ada sebelumnya.
Mencegah Kanker (Potensial)
Kaitan antara konsumsi sayuran pahit ini dan pencegahan kanker didasarkan pada hasil penelitian laboratorium dan beberapa studi epidemiologi yang menunjukkan potensi efek antikanker dari senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini pada manusia, bukti yang ada memberikan dasar yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut.
Salah satu mekanisme yang mendasari potensi efek antikanker adalah kemampuannya untuk menginduksi apoptosis, atau kematian sel terprogram, pada sel kanker. Senyawa tertentu dalam ekstrak sayuran ini telah terbukti mengaktifkan jalur apoptosis pada berbagai jenis sel kanker, termasuk sel kanker payudara, prostat, paru-paru, dan hati. Induksi apoptosis merupakan strategi penting dalam terapi kanker karena menghilangkan sel-sel yang abnormal tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya.
Selain itu, senyawa-senyawa tersebut dapat menghambat proliferasi sel kanker, yaitu kemampuan sel kanker untuk membelah diri dan berkembang biak secara tidak terkendali. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari sayuran ini dapat mengganggu siklus sel kanker, mencegah sel-sel tersebut memasuki fase pembelahan dan memperlambat pertumbuhan tumor.
Sifat antioksidan yang dimilikinya juga berkontribusi pada potensi efek antikanker. Radikal bebas dapat merusak DNA dan memicu mutasi yang dapat menyebabkan kanker. Antioksidan menetralkan radikal bebas dan melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif, sehingga mengurangi risiko mutasi dan perkembangan sel kanker.
Selanjutnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran ini dapat menghambat angiogenesis, yaitu pembentukan pembuluh darah baru yang memasok nutrisi ke tumor. Dengan menghambat angiogenesis, tumor kelaparan dan pertumbuhannya terhambat. Senyawa tertentu dalam ekstrak sayuran ini telah terbukti memiliki aktivitas anti-angiogenik.
Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian tentang efek antikanker dilakukan secara in vitro (di laboratorium) atau pada hewan. Meskipun hasil ini menjanjikan, diperlukan uji klinis pada manusia untuk mengkonfirmasi efek ini dan menentukan dosis yang aman dan efektif. Pencegahan kanker adalah proses yang kompleks dan multifaktorial, dan konsumsi sayuran ini hanyalah salah satu aspek dari gaya hidup sehat yang dapat membantu mengurangi risiko kanker. Diet seimbang, olahraga teratur, dan menghindari faktor risiko seperti merokok dan paparan radiasi juga penting.
Mengontrol berat badan
Potensi sayuran pahit ini dalam membantu pengelolaan berat badan berkaitan erat dengan profil nutrisinya yang unik. Kandungan kalorinya relatif rendah, sementara kandungan seratnya cukup tinggi. Kombinasi ini berkontribusi pada rasa kenyang yang lebih lama setelah dikonsumsi, sehingga dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Serat memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah yang dapat memicu rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif tertentu di dalamnya dapat memengaruhi metabolisme lemak. Meskipun mekanisme pastinya masih dalam penelitian, terdapat indikasi bahwa senyawa-senyawa ini dapat menghambat pembentukan sel lemak baru (adipogenesis) dan meningkatkan pembakaran lemak (lipolisis). Efek ini, jika terkonfirmasi dalam penelitian lebih lanjut pada manusia, dapat berkontribusi pada penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan yang sehat.
Selain itu, kemampuannya dalam mengatur kadar gula darah dapat secara tidak langsung membantu mengontrol berat badan. Kadar gula darah yang stabil mencegah fluktuasi energi yang dapat memicu rasa lapar dan mengarah pada konsumsi makanan yang tidak sehat. Dengan membantu menjaga kadar gula darah yang stabil, sayuran ini dapat memfasilitasi pengendalian nafsu makan dan pilihan makanan yang lebih sehat.
Penting untuk dicatat bahwa konsumsi sayuran ini saja tidak akan secara ajaib menurunkan berat badan. Pengelolaan berat badan yang efektif membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup diet seimbang, olahraga teratur, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Sayuran ini dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk diet penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan, tetapi tidak boleh dianggap sebagai solusi tunggal. Konsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan lainnya disarankan untuk mengembangkan rencana pengelolaan berat badan yang dipersonalisasi dan aman.
Tips Memaksimalkan Potensi Kesehatan Sayuran Pahit
Untuk memperoleh manfaat optimal dari sayuran ini, pertimbangkan beberapa tips berikut. Pendekatan yang tepat dapat meminimalkan rasa pahit dan memaksimalkan asupan nutrisi.
Tip 1: Pilih yang Tepat
Pilih yang berwarna hijau cerah dan terasa padat saat dipegang. Hindari yang memiliki bintik-bintik kuning atau memar, karena ini menandakan bahwa sayuran tersebut sudah terlalu matang dan rasanya akan lebih pahit.
Tip 2: Kurangi Rasa Pahit
Iris tipis dan rendam dalam air garam selama minimal 30 menit sebelum dimasak. Garam membantu menarik keluar senyawa pahit. Alternatif lain adalah merebusnya sebentar sebelum diolah lebih lanjut.
Tip 3: Kombinasikan dengan Rasa Lain
Padukan dengan bahan-bahan lain yang memiliki rasa kuat, seperti bawang putih, cabai, atau tauco. Rasa kuat ini dapat menyeimbangkan rasa pahit dan menciptakan hidangan yang lebih lezat. Contohnya, tumis dengan udang dan cabai rawit.
Tip 4: Teknik Memasak yang Tepat
Memasak dengan cepat, seperti menumis atau memanggang, dapat membantu mengurangi rasa pahit dibandingkan dengan merebusnya dalam waktu lama. Hindari memasak terlalu lama karena akan membuatnya semakin pahit.
Tip 5: Konsumsi Secara Teratur, Tetapi Terukur
Masukkan ke dalam menu makanan secara teratur, tetapi jangan berlebihan. Konsumsi yang moderat memungkinkan tubuh beradaptasi dengan rasa pahit dan mendapatkan manfaat kesehatannya tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Tip 6: Pertimbangkan Kondisi Kesehatan
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti ibu hamil atau menyusui, penderita hipoglikemia, atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi secara rutin.
Dengan mengikuti tips ini, individu dapat mengoptimalkan potensi kesehatan yang ditawarkan oleh sayuran ini sambil meminimalkan rasa pahit yang sering dikaitkan dengannya. Konsumsi yang bijak dan terinformasi adalah kunci untuk meraih manfaatnya secara maksimal.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Sejumlah penelitian telah meneliti efek konsumsi sayuran dengan rasa pahit ini terhadap berbagai kondisi kesehatan. Studi-studi ini, meskipun dengan skala dan metodologi yang bervariasi, memberikan gambaran awal mengenai potensi manfaat yang mungkin diperoleh.
Salah satu area penelitian yang paling banyak dieksplorasi adalah pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah. Beberapa uji klinis kecil telah menunjukkan bahwa konsumsi rutin ekstrak sayuran ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Studi-studi ini umumnya menggunakan desain acak terkontrol, membandingkan kelompok yang menerima ekstrak dengan kelompok kontrol yang menerima plasebo atau pengobatan standar. Meskipun hasilnya menjanjikan, perlu dicatat bahwa sebagian besar studi ini memiliki ukuran sampel yang kecil dan durasi yang relatif singkat, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan desain yang lebih kuat untuk mengkonfirmasi temuan ini.
Area penelitian lain yang menarik adalah potensi efek antikanker. Studi in vitro (di laboratorium) telah menunjukkan bahwa ekstrak sayuran ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran berbagai jenis sel kanker, termasuk sel kanker payudara, prostat, dan paru-paru. Mekanisme yang mendasari efek ini diperkirakan melibatkan induksi apoptosis (kematian sel terprogram) dan penghambatan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru yang memasok nutrisi ke tumor). Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil in vitro tidak selalu diterjemahkan ke hasil in vivo (pada hewan atau manusia), sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah sayuran ini memiliki efek antikanker yang signifikan pada manusia.
Selain itu, terdapat beberapa studi kasus yang melaporkan pengalaman individu yang mengalami perbaikan kondisi kesehatan tertentu setelah mengonsumsi sayuran dengan rasa pahit ini secara teratur. Namun, studi kasus bersifat anekdot dan tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Perbaikan yang dilaporkan mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain, seperti perubahan gaya hidup atau efek plasebo. Oleh karena itu, studi kasus harus ditafsirkan dengan hati-hati dan tidak boleh digunakan sebagai dasar untuk membuat klaim kesehatan yang pasti.
Penting untuk mendekati bukti ilmiah yang ada dengan sikap kritis dan seimbang. Sementara penelitian awal menunjukkan potensi manfaat kesehatan yang menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar, desain yang lebih kuat, dan durasi yang lebih lama untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menentukan dosis yang aman dan efektif. Individu yang mempertimbangkan untuk mengonsumsi secara teratur, terutama untuk tujuan pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan yang berkualifikasi untuk membahas potensi manfaat dan risiko, serta memastikan bahwa konsumsi tersebut aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.