PENTINGNYA PENERAPAN IMO RESOLUTION A.918 (22) TENTANG STANDARD MARINE COMMUNICATION PHRASES BAGI DECK OFFICER DI KAPAL

Suryo Guritno

Abstract


Progress in technology has make a method of delivery of goods that more and more efficient and effective of various modes of transportation. For four the last decade, the number of estimates trade in the sea has increase fourfold , from 8 trillion tons a nautical miles in 2008 (ICS : 2010). Throughout the 20th century , shipping industry the world has experienced the trend of increased the total volume of trade. The industrialized and liberalization the various peoplesĀ  triggered free trade and increasing demand for consumer products. In spite of multilateral diplomatic problems among nations , the development of world economy was advanced has caused the limits of the country began disguised, trade ships with any nationality , can be easily do their activities in any country , a ship that is manned by sailors of another race will interact with the parties outside the ship which certainly have different languages. The importance of english language proficiency in this context is to support boat safety because of several factors the case study of an accident of a vessel which is often occur because of a misunderstanding in communications where take care of less officer to take control of the english that well. The problems discussed in this journal is communication between a ship or bridge to bridge communication , and interen vessel in communication related to operational above a ship. Where the data in extract derived from case study accident a ship which occurs because
misunderstanding different language used above the ship it self .

Keywords : Brige to Bridge, shipwreck, Deck Officer, Marine Communication Standard


Kemajuan teknologi telah membuat metode pengiriman barang yang semakin efisien dan efektif dari berbagai moda transportasi. Selama empat dekade terakhir, jumlah perkiraan perdagangan di laut telah meningkat empat kali lipat, dari hanya 8 triliun ton per mil laut pada tahun 2008 (ICS : 2010). Sepanjang abad ke-20, industry perkapalan dunia telah mengalami kecenderungan peningkatan total volume perdagangan. Meningkatnya industrialisasi dan liberalisasi ekonomi berbagai bangsa telah memicu perdagangan bebas dan miningkatnya permintaan untuk produk-produk konsumen. Terlepas dari persoalan diplomatik multilateral antar bangsa, perkembangan ekonomi dunia yang begitu pesat telah menyebabkan batas-batas negara mulai tersamarkan, kapal-kapal niaga dengan kebangsaan manapun, dapat dengan mudah melakukan kegiatannya di negara manapun, yang berarti suatu kapal yang diawaki oleh pelaut dari bangsa lain akan berinteraksi dengan pihak-pihak di luar kapalnya yang tentu saja memiliki bahasa yang berbeda. Pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam hal ini adalah untuk menunjang keselamatan kapal karena adanya beberapa faktor studi kasus kecelakaan kapal yang sering terjadi karena adanya kesalahpahaman dalam berkomunikasi dimana perwira jaga kurang menguasai bahasa Inggris dengan baik. Permasalahan yang akan dibahas pada jurnal ini adalah komunikasi antar kapal atau Bridge to Bridge Communication, maupun interen vessel in communication yang berhubungan erat dengan operasional diatas kapal. Dimana data yang di ambil berasal dari studi kasus kecelakaan kapal yang terjadi karena kesalahpahaman perbedaan bahasa yang
digunakan di atas kapal itu sendiri.

Kata kunci : Komunikasi antar kapal, Kecelakaan kapal, Deck Officer, Standard Marine
Communication



Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33556/jstm.v0i1.154

Refbacks

  • There are currently no refbacks.